Talaga (atau “Telaga”) Saat yang berada di Desa Tugu Utara tampaknya telah dikelola menjadi destinasi dan masuk sebagai desa wisata. Kini menyandang nama Talaga Saat Sport and Tourism.

Luasnya mencapai 1,5 hektar, sebenarnya tidak seberapa dibandingkan dengan banyak sekali danau di Indonesia. Namun Talaga Saat memiliki keistimewaan. Di antaranya karena terletak di kawasan Puncak yang bahkan lebih dekat ke arah Jonggol. Secara geografis juga berada di kaki Gunung Baud atau biasa disebut sebagai Puncak Jonggol. Posisinya juga sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan area wisata di Tugu Utara lainnya.

Talaga Saat berada di ketinggian 1.400 mdpl. Sementara Puncak Jonggol mencapai 1.800 mdpl.

Telaga yang dikelilingi juga oleh perkebunan teh ini semakin terkelola baik. Di sana menyediakan camping area, jalur trekking, hingga offroad. Karena menyajikan pemandangan alam yang indah tiada tara, banyak calon pengantin memanfaatkan sebagai lokasi prewedding.

Talaga Saat mengundang wisatawan menjajal airnya dengan cara menggunakan perahu. Anda bisa mendayung tanpa khawatir, karena airnya yang tenang. Atau kalau mau dipandu, beberapa kano menanti lengkap dengan pemandunya.

Keberagaman alam di Talaga Saat juga dirancang sedemikian rupa dengan menambahkan beberapa fasilitas. Misalnya jembatan gantung yang menghubungkan titik-titik tertentu. Meski tak terlalu panjang dan lebar, tetapi banyak orang memamerkan gayanya di media sosial.

Treak disiapkan untuk berjalan atau mungkin jogging. Tidak perlu lama, karena jaraknya juga pendek saja.

Selain menawarkan alam, warga sekitar juga sering menceritakan kisah sejarah. Bahwa Talaga Saat dulu saat kejayaan Kerajaan Pajajaran sempat dilewati oleh pasukan berkuda Prabu Kian Santang. Benar atau tidaknya kadang dikaitkan oleh situasi tertentu.

Untuk menuju Telaga Saat, sesampainya Anda di bagian depan Telaga Warna yang berada di sisi kiri Jalan Raya Puncak kalau dari Bogor arah Cianjur, Anda tinggal mengikuti jalanan berbatu yang lebar jalannya muat untuk 2 kendaraan pribadi. Saat berjumpa pertigaan pertama Anda ambil sisi kiri, sebab kalau belok kanan Anda akan menuju Telaga Warna.

Tapi sebelumnya Anda akan dikenakan retribusi masuk kawasan Perkebunan Teh Ciliwung saat di Pintu Telaga Warna. Pengunjung membayar bea masuk yang dapat dilakukan secara langsung di  loket.

Berada di Talaga Saat seperti menenangkan jiwa dan pikiran. Keheningannya membersihkan hati, kehijauan pemandangan yang mendominasi kawasan ikut menyegarkan mata. Talaga Saat juga kerap disebut sebagai awal hulu atau titik 0 Sungai Ciliwung yang mengalir membelah Jakarta.

Biayanya tak mahal, pengalaman yang ditawarkan mungkin belum pernah Anda rasakan. Jadi masukkan Talaga Saat Puncak sebagai destinasi ketika melakukan glamping. Di sekitarnya ada beberapa yang layak pula Anda inapi. (*)

BERIKUT PILIHAN LOKASI GLAMPING TERDEKAT TALAGA SAAT: