Alas Purwo melengkapi taman nasional yang ada di belahan timur pulau Jawa. Selain Taman Nasional Baluran di sebelah utara, Taman Nasional Alas Purwo melingkupi wilayah selatan.

Taman Nasional Alas Purwo tepatnya terletak di ujung tenggara Pulau Jawa. Secara territorial berada di Kecamatan Tegaldimo dan Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur. TN Alas Purwo telah lama jadi salah satu pesona wisata unggulan Banyuwangi selain Kawah Ijen. T

empat ini identik sebagai tempat yang angker, mistis, dan penuh misteri. Pasalnya, kawasan ini konon adalah tanah tertua di Pulau Jawa dan memiliki luas mencapai 44.037 hektar.

Berkunjung ke tempat yang telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional ini, Anda bisa menemukan banyak kawasan wisata menarik seperti savana Sadengan, pantai Plengkung (G-Land), pantai Trianggulasi, pantai Ngagelan, pantai Cungur, pantai Teluk Biru, pantai Pancur, gua Istana, gua Mayangkoro, gua Padepokan, gua Basori, gua Songgo Langit, dan gua Jepang.

Alas Purwo merupakan kawasan hutan yang mempunyai berbagai macam tipe ekosistem yang tergolong utuh di Pulau Jawa. Ekosistemnya amat bervariasi. Mulai dari savanna atau padang rumput, hutan pantai, hutan hujan dataran rendah hingga hutan mangrove. Masih ditambah lagi dengan hutan bambu dan hutan tanaman.

Pihak pengelola taman nasional mencatat tak kurang dari 700 jenis flora, 50 jenis mamalia, 320 jenis burung dan 15 jenis amfibi. Bahkan ada lebih dari 48 jenis reptilian hidup di kawasan ini.

Beberapa jenis hewan yang sering mondar-mandir di antaranya Banteng, Rusa Timor, Babi Hutan, Burung Merak,  Lutung, maupun Monyet Ekor Panjang. Kabarnya macan tutul juga masih sering melintas.

Taman Nasional Alas Purwo adalah salah satu taman nasional tertua di Indonesia yang terletak di ujung timur Pulau Jawa. Sejarahnya sangat kaya dan memiliki nilai budaya serta keanekaragaman hayati yang tinggi.

Nama “Alas Purwo” berasal dari bahasa Jawa yang secara harfiah berarti “Hutan Pertama” atau “Hutan Awal.” Nama ini mencerminkan kepercayaan masyarakat setempat yang menganggap tempat ini sebagai tempat yang sangat kuno dan suci.

Sejarah taman nasional ini melibatkan legenda dan kepercayaan yang kuat dalam budaya Jawa. Konon, Alas Purwo dianggap sebagai tempat di mana Sang Hyang Widhi (Tuhan dalam kepercayaan Hindu) menciptakan dunia pertama kali, sehingga menjadi tempat yang dianggap suci.

Pada tanggal 26 Maret 1910, Pemerintah Hindia Belanda mendirikan sebuah kawasan hutan lindung yang kemudian menjadi cikal bakal Taman Nasional Alas Purwo. Pada saat itu, kawasan hutan ini ditetapkan sebagai Hutan Lindung dengan tujuan melindungi keanekaragaman hayati dan sumber daya alam di daerah tersebut.

Selain keindahan alamnya, Alas Purwo juga memiliki nilai budaya yang kuat. Setiap tahunnya, ribuan orang melakukan ziarah ke pantai tempat upacara keagamaan dilakukan, terutama pada saat perayaan hari suci dalam agama Hindu, yakni pada Hari Raya Kuningan.

Taman Nasional Alas Purwo sebelumnya merupakan Suaka Margasarwa Banyuwangi Selatan yang didirikan pada 1 September 1939. Luas Suaka Margasatwa Banyuwangi Timur ini mencapai 62.000 hektar. Baru kemudian pada tahun 1992 statusnya meningkat menjadi taman nasional.

Untuk menuju Taman Nasional Alas Purwo, Anda dapat mengikuti rute berikut ini:

  1. Dari Jakarta, naik pesawat ke Bandara Internasional Juanda, Surabaya atau menggunakan kereta api.
  2. Dari Surabaya, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum seperti bus atau kereta api menuju Banyuwangi.
  3. Setelah tiba di Banyuwangi, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum seperti ojek atau angkutan umum menuju Taman Nasional Alas Purwo.

KALAU INGIN MENIKMATI SUASANA GLAMPING DI ALAS PURWO, INI PILIHANNYA, KLIK;