Tumbuhnya industri pariwisata khususnya akomodasi karena berhasil memanfaatkan keberadaan lokasi yang masih alami. Bahkan pelancong kadang “membeli” glamping bukan semata alasan kelengkapan fasilitasnya. Namun karena keindahan alam yang menjadi tempat berdirinya kawasan.

Salah satu yang tumbuh subur di Indonesia berada di kawasan pantai dan laut. Sesuai dengan potensi alam Indonesia yang didominasi oleh alam jenis ini. Daya dukung wilayah pantai amat menggantungkan pada keragaman hayati, termasuk kawasan mangrove.

Mangrove adalah salah satu jenis ekosistem lahan basah pesisir yang terdapat di daerah tropis dan subtropis. Kawasan ini dicirikan oleh hutan lebat pohon dan semak yang secara khusus diadaptasi untuk bertahan hidup dalam kondisi air payau atau asin, tempat bertemunya daratan dan laut.

Mangrove biasanya ditemukan di sepanjang garis pantai yang terlindung, muara, laguna, dan delta sungai. Pohon bakau memiliki adaptasi unik yang memungkinkan mereka tumbuh subur di lingkungan yang menantang ini. Mereka memiliki sistem akar khusus yang dapat mengatasi tanah yang tergenang air dan konsentrasi garam yang tinggi.

Beberapa spesies mangrove memiliki akar penyangga di atas tanah atau akar panggung yang memberikan stabilitas pada substrat berlumpur dan membantu asupan oksigen. Sistem akar ini juga memerangkap sedimen dan bahan organik, yang berkontribusi pada penumpukan tanah dan pembentukan habitat bakau.

Mangrove memiliki tampilan yang khas, dengan pohon-pohon yang tinggi, ramping, dan vegetasi yang lebat. Pohon-pohon sering memiliki daun tebal dan berlilin yang dapat mentolerir air asin, dan beberapa spesies telah beradaptasi dengan mengeluarkan kelebihan garam melalui daunnya atau memusatkannya pada daun tua yang rontok.

Pentingnya mangrove terletak pada fungsi ekologisnya dan jasa yang diberikannya. Mereka melindungi garis pantai dari erosi dan kerusakan badai, menyediakan habitat bagi beragam spesies tumbuhan dan hewan, mendukung ekonomi perikanan dan pesisir, menyerap karbon, meningkatkan kualitas air, dan berkontribusi terhadap keanekaragaman hayati dan kesehatan ekosistem secara keseluruhan.

Namun, mangrove terancam oleh berbagai faktor, termasuk perusakan habitat, pembangunan pesisir, polusi, perubahan iklim, dan praktik yang tidak berkelanjutan seperti eksploitasi sumber daya yang berlebihan. Upaya konservasi sangat penting untuk melestarikan dan memulihkan ekosistem mangrove dan memastikan manfaatnya yang berkelanjutan bagi kesejahteraan manusia dan ekologi.

Kehadiran kawasan glamping di sekitar mangrove seharusnya juga diimbangi dengan aktivitas konservasi. Berbagai kegiatan dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat, pengelola dan tentu saja wisatawan.

Mari berbagi ide dan beraksi lewat “Glamp Care”. (*)

BERIKUT INSPIRASI PENGELOLAAN KAWASAN MANGROVE:

FOOTNOTE:

www.ayoglamping.com mengajak pemerintah, swasta, maupun LSM untuk bergerak bersama dalam bentuk aktivitas nyata. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi: KARTO SARAGIH via email KARTOSARAGIH7@GMAIL.COM atau ANDRA NURYADI via email ANDRANURYADI1@GMAIL.COM