Sukabumi seperti ditakdirkan sebagai kota surga air terjun. Salah satu kawasan yang menyimpan curug ada di Geopark Ciletuh. Keberadaan banyak air terjun di Geopark Ciletuh Sukabumi terkait erat dengan kondisi geologis dan geomorfologi wilayah tersebut.

Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap keberadaan banyak air terjun di Geopark Ciletuh antara lain:

  1. Topografi Pegunungan: Geopark Ciletuh terletak di wilayah pegunungan yang memiliki banyak sungai dan aliran air. Topografi yang berbukit-bukit ini menyebabkan banyak aliran air yang turun dari dataran tinggi menuju dataran rendah, dan hal ini menciptakan kondisi yang ideal bagi pembentukan air terjun.
  2. Curah Hujan Tinggi: Wilayah Geopark Ciletuh memiliki curah hujan yang tinggi, terutama selama musim hujan. Curah hujan yang melimpah menyebabkan sungai-sungai yang ada di wilayah ini memiliki debit air yang besar, sehingga meningkatkan kemungkinan terbentuknya air terjun.
  3. Struktur Geologi: Geopark Ciletuh memiliki formasi batuan yang berbeda-beda, termasuk batuan yang mudah tererosi seperti batu pasir dan batu lempung. Erosi alami yang terjadi akibat aliran air yang kuat dari hujan dan sungai dapat menciptakan lembah-lembah yang dalam dan akhirnya membentuk air terjun.
  4. Sumber Air Tanah: Beberapa air terjun di Geopark Ciletuh bersumber dari air tanah yang keluar dari tebing atau pecahan batuan. Sumber air tanah ini dapat memberikan aliran konstan bagi air terjun, terlepas dari musim hujan atau kemarau.
  5. Proses Geologis Lama: Pembentukan air terjun merupakan proses geologis yang memakan waktu lama. Berbagai proses seperti erosi, pelapukan, dan pergerakan tektonik telah berperan dalam membentuk topografi dan cekungan yang menjadi tempat air terjun.

Kombinasi dari faktor-faktor di atas telah menciptakan kondisi yang mendukung terbentuknya banyak air terjun di Geopark Ciletuh Sukabumi. Kekayaan alam ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dan pecinta alam yang ingin menikmati keindahan alam serta fenomena geologi yang unik di kawasan tersebut.

Ada dua air terjun yang cukup fenomenal dan dari kejauhan saja pesonanya samat memukau. Banyak video di media sosial yang menyebutkan seolah air terjun ini terletak di luar negeri. Kedua air terjun tersebut, yaitu;

Curug Cimarinjung

Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 30 meter dan terletak di Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Air terjun Cimarinjung dikelilingi oleh pemandangan alam yang indah, termasuk tebing-tebing batu yang menambah pesona tempat ini.

Curug Cikanteh

Air terjun ini berada di kawasan Desa Mekarsari, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Air Terjun Cikanteh memiliki dua tingkatan, masing-masing dengan ketinggian sekitar 25 meter. Tempat ini sangat cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana damai dan alami.

Selain itu ada pula beberapa curug yang wajib masuk daftar kunjungan Anda. Antara lain;

Curug Cikaso, terkenal dengan keindahan tiga aliran air yang turun dari ketinggian sekitar 80 meter. Terletak di Desa Ciniti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Curug Cikaso adalah salah satu daya tarik utama Geopark Ciletuh. Pengunjung dapat menikmati keindahan air terjun dari berbagai sudut pandang yang tersedia.

Curug Ciwulan, memiliki ketinggian sekitar 30 meter dan terletak di Desa Waluran, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Lokasinya yang relatif terpencil memberikan kesan alami dan tenang bagi para pengunjung.

Curug Sodong, berlokasi di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Sukabumi. Curug Sodong adalah salah satu  curug kembar yang memiliki dasar bebatuan yang sodong/nyodong.

Curug Cigangsa, berada di Kelurahan Surade, Kecamatan Surade, Sukabumi. Memiliki ketinggian 35 meter. Cirinya adalah bentuknya seperti undakan candi.

Curug Awang, boleh dibilang salah satu air terjun paling indah di kawasan Geopark Ciletuh. Air terjun dengan tebing selebar 60 meter dan tinggi 40 meter ini sering dijuluki Niagara-nya Sukabumi. Berlokasi di Desa Taman Jaya, kamu bisa menikmati gagahnya tebing batu berwarna kemerahan sembari bermain di kaki air terjun. Salah satu atraksi uniknya adalah pengunjung dapat berjalan menyusuri pinggiran tebing yang rata saat debet air sedang tak terlalu deras. 

Curug Puncak Manik, punya arus cukup deras dan besar dengan bentuk tebing bertingkat. Pemandangan di sini makin eksotis karena adanya pepohonan hijau tumbuh di permukaan tebing.  Curug yang berada di Kampung Pasir Ceuri, Desa Cibenda, ini berada di urutan terakhir dari aliran air terjun dari Sungai Ciletuh.(*)

JIKA INGIN GLAMPING DI WILAYAH SUKABUMI DAPAT MEMILIH: