Saat Gunung Kelud Meletus pada tahun 1991, erupsi beserta awan panasnya mencapai berbagai kota di sekitarnya. Yang pasti Blitar, Kediri dan Malang menerima cucuran pasir halus akibat erupsi yang berlangsung pada sore hari itu. Beberapa bulan usai letusan kawah Gunung Kelud banyak mengalami perubahan struktur. Ini adalah akibat letusan yang sangat dahsyat.

Peningkatan aktivitas seismic sebelum meletus di sekitar Gunung Kelud akan meningkat. Hal ini dapat terdeteksi melalui perangkat seismograf yang digunakan oleh para ahli vulkanologi untuk memonitor aktivitas gunung berapi. Kemudian dilanjutkan dengan meningkatnya letusan asap. Asap dapat mencapai ketinggian yang signifikan dan terlihat dari jarak yang jauh.

Selama letusan, Gunung Kelud juga melepaskan material vulkanik seperti abu vulkanik, batu apung, dan lapilli. Material ini dapat dihembuskan ke udara atau jatuh ke tanah di sekitar gunung, tergantung pada kekuatan letusan dan arah angin. Salah satu bahaya yang sering terjadi saat Gunung Kelud meletus adalah awan panas. Awan panas terbentuk ketika material vulkanik, seperti abu dan batu apung, tercampur dengan gas vulkanik dan turun ke lereng gunung dengan kecepatan tinggi. Awan panas ini dapat sangat mematikan dan dapat menyebabkan kerusakan parah di sekitar gunung.

Tahun 2014, kembali gunung yang berada di utara Blitar ini meletus. Meski demikian pascaletusan banyak hal baru dapat dilakukan, termasuk sektor pariwisata. Tujuan utamanya adalah menelusuri kawah yang dapat diakses melalui Kediri.

Ini adalah cara terbaik untuk mengenang dan mencari jejak-jejak letusan dan sejarahnya. Keunikan Gunung Kelud adalah untuk mencapai kawah dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan, bahkan dengan sepeda motor.

Sebuah tempat parkir disediakan dan Anda dapat melanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 3 km. Lumayan untuk menggerakkan badan. Dari kawah Anda bisa menelusuri setiap jengkal kawasan yang pernah jadi saksi letusan.

Gunung Kelud berada di ketinggian 1731 mdpl. Bertipe stratovolcano seperti halnya Gunung Bromo. Namun jika melihat strukturnya, Gunung Kelud sendiri memiliki tiga puncak. Antara lain Puncak Kelud, Puncak Gajah Mungkur dan Puncak Sumbing. Namun menu utamanya dalah kalderanya.

Mendekati kaldera  terdapat jalur terowongan. Pengunjung bisa masuk melalui terowongan itu. Usai keluar dari terowongan, perjalanan pun sampai di kawah Gunung Kelud. Tampak danau berwarna hijau yang seolah dikelilingi benteng perbukitan berwarna hijau.

Untuk tumbuh hingga menghijau, vegetasi tersebut memerlukan waktu yang lama pascaletusan. Setidaknya sampai tiga tahun. Pada masa transisi tersebut, Gunung Kelud ibarat planet lain yang tanpa tumbuhan. Seluruhnya berupa tanah dan pasit vulkanis berwarna abu-abu.

Suasana seperti itu dapat Anda bayangkan jika melihat sisi-sisi yang paling dekat dengan kawah. Sebagai gunung berapi Gunung Kelud juga menyimpan sumber air panas.

Menelusuri Gunung Kelud dan kawasan kalderanya dapat dilakukan dalam waktu setengah hari. Memerlukan persiapan fisik untuk melakukan pendakian, sebab beberapa jalan memiliki sudut kemiringan yang lumayan menanjak. (*)

JIKA INGIN GLAMPING DI SEKITAR KELUD BERIKUT PILIHANNYA: