Touring motor jalur Batu – Pacet boleh jadi tak panjang namun menakjubkan. Jaraknya hanya sekitar 34 km, namun membutuhkan konsentrasi tinggi. Bonusnya adalah pemandangan kawasan pegunungan yang terbelah antara Kota Batu, Malang dan Mojokerto.

Jalan yang menghubungkan kota Batu ke Pacet (Mojokerto) boleh disebut jalur klasik. Dulu sebelum era 90-an jalur ini jarang dilewati orang. Terlebih pada malam hari. Selain kabar burung menyebutkan daerah rawan kejahatan, juga banyak beredar kisah mistis di situ.

Jalan ini berada di lembah yang memotong dua kawasan pegunungan. Yakni, di sebelah timur deretan pegunungan Arjuno – Welirang dan di sebelah barat barisan gunung Biru, Anjasmoro, Gunung Biru 2, hingga Lorokan.

Seiring waktu, Jalan Cangar – Pacet (demikian namanya) berubah perlahan. Faktor ekonomi dan pariwisata memacu orang untuk mengoptimalkan jalan beraspal berkelok-kelok tersebut. Bahkan sekarang jadi jalan alternatif wisatawan dari Surabaya dan Mojokerto ke Batu.

Karena itu touring motor di jalur Batu, Cangar, Pacet membutuhkan motor dalam kondisi prima. Tak soal matik atau transmisi manual. Dalam kondisi normal tanpa hambatan (termasuk kemacetan) sebenarnya hanya membutuhkan waktu 1,5 jam menggunakan motor. Namun, bonus-bonus di kiri kanan jalan sepertinya akan menunda waktu.

Lampu motor cukup memberi penerangan karena kabut sering kali turun di siang atau sore hari. Bahkan kadang berubah menjadi gerimis dan hujan deras.

Untuk memudahkan rencana, sebaiknya membagi jalur menjadi 3 etape. Antara lain;

BATU – CANGAR (22 KM)

Anggaplah start perjalanan dari alun-alun kota Batu. Sempatkan sarapan di sini, ada ketan susu legendaris di alun-alun Batu. Sebagian masih merupakan jalan kota yang lebar. Lanjutkan ke jalan Tulungrejo.

Masih di Batu ada destinasi seperti Selecta yang sudah berusia lama. Naik sedikit ada Coban Talun yakni air terjun. Ada pula wisata petik strawberry, kafe-kafe outdoor dengan pemandangan indah pegunungan.

Naik sedikit lagi akan bertemu Cangar View, wisata Petik Apel Kebun 8, hingga spot sunset Sumber Brantas. Pemandangan semakin menarik dan sulit untuk dilewatkan termasuk bikin konten. Di sebelah kanan terdapat Bukit Brakseng.

Hingga titik yang paling menarik adalah wisata Cangar yang menawarkan pemandian air panas.

CANGAR – PETUNGSEWU (6 KM)

Jalur ini didominasi oleh jalan yang lebih sempit dan berkelak-kelok. Jalan Raya Sumberbrantas namanya. Diapit oleh hutan yang cukup lebat. Ada Jembatan Cangar yang merupakan titik perbatasan kota antara Batu dengan Mojokerto.

Sedikit di atas jembatan ini terdapat air terjun Coban Watu Ondo dan Watu Lumpang. Keduanya berada di kawasan Taman Hutan Raya R Soerjo.

Kesepatan motor sebaiknya di kisaran 30 km per jam. Selain perlahan dan lebih aman, sulit rasanya tak menikmati udara segar kawasan tersebut.

Dan yang pasti Anda akan bertemu dengan tikungan yang sangat menukik tajam. Ditambah lagi dengan jalurnya yang menurun dari Cangar, atau menanjak dari Pacet. Itulah tikungan Gajah Mungkur. Ini tikungan yang kerap dibilang maut. Sering disamakan dengan Sitinjau Laulik di Sumatera Barat. Cuma di tikungan Gajah Mungkur lebih sempit lagi.

Ini merupakan puncak dari jalan menanjak ke arah Pacet. Selanjutnya lebih banyak menurun dan istirahat sejenak di Wisata Panorama Petung Sewu. Banyak spot foto di sini dengan latar belakang Gunung Welirang.

PETUNG SEWU – PACET (6 KM)

Di Wisata Petung Sewu terdapat beberapa kedai. Kalau perut sudah keroncongan bisa mencicipi makanan instan. Sekaligus Anda telah berada di Jalan Cangar – Pacet.

Kalau ingin menikmati kuliner nasi jagung lengkap dengan lauk tahu-tempe, sambal dan lalapan lanjutkan sebentar ke dekat rest Area Sendi Pacet. Ada warung Mak Katri yang kadang siang saja sudah menolak permintaan karena lekas habis.

Tetapi tampaknya menu nasi jagung merupakan favorit di daerah Sendi Pacet. Sebab di sekitar kawasan Wisata Sendi juga ada kedai-kedai dengan menu serupa.

Memasuki Kecamatan Pacet Anda disuguhi bermacam kedai dan kafe. Kalau mau minum kopi ada beberapa pilihan. Salah satunya adalah Alas Pacet Boss. Lokasinya berada di dalam hutan pinus. Suasanya yang ditawarkan cukup apik dan tentu saja bersih. Lokasinya persis dekat tikungan Pacet.

Kota kecamatan Pacet sudah dekat lagi. Kalau mau lanjut dan mendapatkan pilihan kuliner dan tempat menginap yang lebih beragam, silakan. Touring motor berakhir di sini. Menginap semalam dan kembali esok hari.

Pacet merupakan wilayah di kaki gunung ada beberapa glamping yang dapat dipilih di sini.

BERIKUT BEBERAPA PILIHAN GLAMPING DI PACET MOJOKERTO, KLIK;