Gua Kreo tak hanya sekadar bentukan alam yang menjadi destinasi wisata. Ada legenda yang melengkapi kehadirannya. Salah satunya berupa legenda yang terus hidup di mana gua ini pernah menjadi petilasan empat sunan semasa Islam masuk ke Pulau Jawa. Ada Sunan Kalijaga, Ampel, Bonang, dan Gunungjati. Ada pesan khusus yang diusung dalam kegiatan ini. Salah satu mengingat kembali sejarah yang pernah terjadi di Semarang.

Wujud dari penghargaan atas budaya itu digelar Tradisi Budaya Sesaji Rewanda dan Mahakarya Legenda Gua Kreo. Agenda acara ini sekaligus menguatkan status Semarang sebagai Full History Storytelling Pengembangan Heritage Tourism.

Konsepnya melalui seni drama, suara, musik, dekoratif, tarian, dan napaktilas. Tapak tilasnya dilakukan di Watu Tenger, yaitu Petilasan Sunan Kalijaga. Ada juga atraksi kirab Soko Jati dan sesaji pada kera.

Gua Kreo terletak skeitar 15 km ke arah barat kota Semarang. Dpaat ditempuh selama 30 menit jika lancar.

Gua Kreo memiliki legenda yang terus hidup. Sebab, destinasi ini menjadi petilasan empat sunan. Ada Sunan Kalijaga, Ampel, Bonang, dan Gunungjati. Cerita pun dikembangkan.

Pada awal pembangunan Masjid Agung Demak, Sunan Kalijaga mencari kayu untuk dijadikan saka guru atau tiang utama. Namun, ada pohon yang tidak bisa ditebang. Sunan Kalijaga pun bersemedi dalam gua.

Ketika bersemedi itulah, ada 4 ekor kera yang menghampirinya. Uniknya warna kera-kera itu berbeda-beda. Ada kera dengan warna hitam, putih, merah, dan kuning.

Dari komposisi tersebut, tersirat makna. Hitam menjadi simbol kesuburan tanah, lalu putih melambangkan kesucian. Adapun warna merah jadi makna keberanian dan kuning yang berarti angin.

Cerita Gua Kreo pun berlanjut. Kawanan kera itu lalu mengajak Sunan Kalijaga ke sebuah tempat. Setelah bermunajad, ilham pun datang. Pohon tersebut bisa ditebang dengan menggunakan selendang yang dibawanya.

Usai menebang pohon, Sunan Kalijaga pun berencana kembali ke Demak. Namun, kera tersebut meminta ikut. Sang sunan pun akhirnya meminta kera menjaga Gua Kreo tersebut.

Seiring waktu, masyarakat percaya bahwa kera-kera di kawasan Gua Kreo memiliki keterikatan sejarah. Mereka adalah keturunan 4 kera yang membantu Sunan Kalijaga.

Mendatangi Gua Kreo tidak hanya menikmati wisata alam yang ditawarkan. Namun juga menyelami proses perjalanan legenda tersebut. Sebab legenda seringkali menyampaikan pesan tentang manusia.

JIKA BERKUNJUNG KE SEMARANG DAN INGIN MENIKMATI GLAMPING, PILIHANNYA ADALAH; KLIK;