UNESCO pada 2023 menambah lagi daftar geopark Indonesia yang diakui dunia. Selain Merangin Jambi, juga Ijen Jawa Timur, Maros Sulawesi Selatan dan Raja Ampat Papua Barat.

Berikut dafar lima geopark di Indonesia yang berada di Jawa, Bali, NTB, Sulawesi Selatan dan Papua Barat.

IJEN (2023) – JAWA TIMUR

Salah satu ciri khas Kawah Ijen adalah produksi belerangnya yang sangat besar. Di dalam kawah ini, terdapat danau asam yang kaya akan belerang cair. Para pekerja tambang belerang lokal, yang dikenal dengan sebutan “penambang kawah Ijen,” mengeksploitasi belerang dengan cara tradisional.

Mereka mengangkut beban-belasan kilogram belerang di punggung mereka melintasi jalur beratapkan belerang yang curam.

Belerang dihasilkan dari aktivitas geologi yang melibatkan ventilasi uap belerang yang naik dari kedalaman bumi dan membeku di sisi dinding kawah ketika kontak dengan udara yang lebih dingin. Penguapan dari danau kawah menghasilkan deposit belerang padat yang ditambang oleh para pekerja lokal.

Salah satu atraksi terkenal di Kawah Ijen adalah “api biru” atau “blue fire.” Fenomena ini terjadi di malam hari ketika gas belerang yang keluar dari celah-celah kawah terbakar di udara, menghasilkan cahaya biru yang spektakuler. Api biru ini dapat dilihat lebih jelas saat lingkungan sekitar kawah cukup gelap.

Untuk mencapai Kawah Ijen, wisatawan harus melakukan pendakian sejauh beberapa kilometer dari Paltuding, pos pendakian yang berada di ketinggian sekitar 1.850 meter di atas permukaan laut. Pendakian dapat memakan waktu sekitar 1-2 jam, tergantung pada tingkat kebugaran dan kondisi fisik masing-masing pendaki.

Selain fenomena belerang dan api biru, Kawah Ijen juga menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan, seperti kawah yang luas, pegunungan yang hijau, serta danau kawah berwarna hijau kebiruan.

INGIN GLAMPING DI SEKITAR KAWAH IJEN, SILAKAN KLIK:

BATUR (2012) – BALI

Gunung Batur dan Danau Batur merupakan dua atraksi alam yang populer di daerah Kintamani, sekitar 2,5 jam berkendara dari pusat kota Denpasar. Gunung ini termasuk dalam kompleks gunung berapi Batur, yang terbentuk oleh aktivitas vulkanik di masa lalu. Ketinggian Gunung Batur sekitar 1.717 mdpl menjadikannya gunung tertinggi kedua di pulau ini setelah Gunung Agung.

Gunung Batur memiliki kawah yang indah, yaitu kawah Batur, yang terbentuk akibat letusan besar ribuan tahun yang lalu. Kawah ini memiliki diameter sekitar 7,5 kilometer dan dikelilingi oleh lereng curam. Di dalam kawah, terdapat dua puncak utama: Batur Utara (Gunung Batur) dan Batur Selatan (Gunung Abang).

Wilayah sekitar Gunung Batur ditumbuhi oleh vegetasi yang subur, terutama di sekitar lereng gunung dan daerah sekitar kawah.

Sementara Danau Batur adalah kaldera yang terbentuk sebagai hasil dari letusan gunung berapi Batur di masa lalu. Dengan luas sekitar 16 kilometer persegi, danau ini merupakan danau terbesar kedua di Bali setelah Danau Beratan.

Danau Batur memiliki kedalaman yang bervariasi, mencapai titik terdalam sekitar 60 meter. Di tengah danau terdapat sebuah pulau kecil yang dikenal sebagai Pulau Batur atau Pulau Kedisan. Danau ini mengandung air yang jernih dan indah, dan karena lokasinya yang strategis di kaki gunung.

Kawasan sekitar Danau Batur juga dikenal dengan keindahan alamnya. Berbagai desa tradisional terletak di sekitar danau, seperti Toya Bungkah dan Trunyan, yang memiliki budaya dan kehidupan masyarakat yang unik.

INGIN GLAMPING DI SEKITAR DANAU BATUR, INI PILIHANNYA, KLIK:

GUNUNG RINJANI (2018) – NUSA TENGGARA BARAT

Gunung Rinjani, meskipun tidak aktif secara teratur, masih dianggap sebagai gunung berapi aktif. Letusan-letusan telah terjadi di masa lalu, dan sejumlah kecil aktivitas fumarola dan gas masih dapat terdeteksi di beberapa tempat di puncaknya. Pihak berwenang selalu memantau aktivitas gunung ini untuk mengantisipasi potensi bahaya bagi pendaki dan penduduk setempat.

Gunung Rinjani memriliki ketinggian 3.736 mdpl. Merupakan gunung berapi tipe stratovolcano atau gunung kerucut. Ini berarti bahwa gunung ini terbentuk dari lapisan-lapisan material vulkanik yang dibangun dari letusan-letusan gunung berapi masa lampau. Bagian puncaknya yang tinggi dan cembung merupakan ciri khas gunung berapi tipe ini.

Gunung ini memiliki kaldera besar di puncaknya yang terbentuk akibat letusan besar pada masa lampau. Kaldera ini memiliki diameter sekitar 6 kilometer dan menjadi rumah bagi Danau Segara Anak dan Gunung Baru Jari yang lebih kecil yang terbentuk dari letusan setelah kaldera terbentuk.

Salah satu fitur menarik dari Gunung Rinjani adalah keberadaan Danau Segara Anak di kaldera puncaknya. Danau ini memiliki luas sekitar 11 kilometer persegi dan dikelilingi oleh tebing-tebing yang curam dan indah. Airnya berwarna biru kehijauan yang mempesona dan menjadi destinasi trekking yang populer bagi para pendaki.

INGIN GLAMPING MENIKMATI GUNUNG RINJANI, SILAKAN KLIK:

MAROS – PANGKEP (2023) – SULAWESI SELATAN

Maros dan Pangkep (Pangkajene Kepulauan) saling berdekatan dalam balutan kawasan karst yang memukau. Tomwer-tower karst berduyun, berdiri seperti meneguhkan usianya yang terbentuk ribuan tahun.

Maros memiliki sejumlah gua alam yang menarik dan memiliki nilai geologis dan arkeologis yang tinggi. Gua-gua ini menyimpan formasi stalaktit dan stalagmit yang menakjubkan, serta catatan sejarah tentang kehidupan manusia prasejarah. Beberapa gua terkenal di wilayah ini adalah Gua Leang-leang, Gua Harimau, dan Gua Batu Cermin.

Maros yang menembus ke Pangkep juga menyimpan sejarah arkeologi yang kaya. Di gua-gua dan karstnya, banyak ditemukan artefak dan lukisan batu kuno, yang menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi tempat tinggal manusia prasejarah. Penggalian dan penelitian arkeologi telah mengungkapkan bukti keberadaan manusia purba, termasuk jejak manusia modern pertama di wilayah ini.

Dan madunya adalah Air Terjun Bantimurung, yang menjadi rumah bagi banyak kupu-kupu langka dan eksotis.

RAJA AMPAT (2023) – PAPUA BARAT

Sang bintang destinasi wisata akhirnya mendapat pengakuan UNESCO. Raja Ampat terdiri dari sejumlah besar pulau yang terbentuk akibat berbagai aktivitas geologis, termasuk aktivitas vulkanik dan tektonik. Sebagian besar pulau-pulau ini merupakan bagian dari rantai pegunungan yang terbentuk oleh proses subduksi lempeng.

Proses tektonik utama yang berkontribusi pada pembentukan Raja Ampat adalah subduksi lempeng. Raja Ampat terletak di antara tiga lempeng besar, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Eurasia. Lempeng Pasifik menyusup di bawah Lempeng Indo-Australia di wilayah ini.

Ketika Lempeng Pasifik menyusup di bawah Lempeng Indo-Australia, tekanan dan panas yang dihasilkan menyebabkan pembentukan pegunungan dan rangkaian pulau.

Terumbu karangnya yang spektakuler dan keanekaragaman hayati laut yang luar biasa menawarkan pengalaman menyelam yang mengagumkan. Beberapa lokasi terkenal untuk menyelam adalah Misool, Arborek, Pulau Gam, Pulau Mansuar, dan banyak lagi.

Jelajahi keindahan alam darat Raja Ampat dengan trekking dan hiking. Pulau-pulau di sini menawarkan pemandangan lanskap yang menakjubkan, seperti bukit-bukit, hutan tropis, dan air terjun. (*)

BACA JUGA: